Proyek Sarana Sanitasi Septictank Kabupaten Sabu Raijua NTT

2018-11-21 10:24:46   Media

Proyek Sarana Sanitasi Septictank

Kabupaten Sabu Raijua NTT


Kabupaten Sabu Raijua adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten ini di resmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto pada 29 Oktober 2008. Dalam project yang sedang berlangsung di Kabupaten Sabu Raijua, dibagi berdasarkan KSM masing – masing. KSM sendiri adalah singkatan dari Kelompok Swadaya Masyarakat, yang merupakan sekumpulan orang atau masyarakat. Yang terdiri dari: KSM,Robo Aba, KSM Raeloro, KSM Mebba, KSM Ledeana, KSM Daieko, KSM Tanajawa, KSM Mehona, KSM Eilogo dan KSM Ledeke. Total KSM yang ada di Kabupaten Sabu Raijua adalah 9, dan target total dari Septictank yang akan di tanam adalah 1.668 unit.

Dimana project tersebut mulai dikerjakan pada pertengahan bulan Maret dan harus selesai di pertengahan bulan November 2018. Setelah itu kita kumpulkan penduduk di masing-masing KSM untuk di brifing dan di berikan pengetahuan soal tata cara kerja Septictank dan alokasi pengerjaan project tersebut.


Selaku Dinas PUPR dan Penyedia, kami Toyafiberglass turut berkontribusi untuk pemahaman warga Sabu akan project yang kita kerjakan. Supaya kelangsungan pengerjan project kita selesai tepat pada waktunya, mengingat kondisi tanah yang keras dan berbatu ketika di gali. Kami juga meminta bantuan kepada TNI setempat untuk ikut ambil dalam project ini.

Jumlah dari masing-masing KSM yang harus terinstalasi septictank sebagai berikut:

KSM Robo Aba : 186 Unit KSM Daieko : 185 Unit

KSM Reeloro : 186 Unit KSM Tanajawa : 185 Unit

KSM Mebba : 186 Unit KSM Mehona : 185 Unit

KSM Ledeana : 185 Unit KSM Eilogo : 185 Unit

KSM Ledeke : 185 Unit

(Berikut merupakan salah satu instalasi pemasangan septictank dan closet di KSM Eilogo.)

(Dan Gambar diatas merupakan salah satu instalasi pemasangan septictank dan closet di KSM Daieko.)

Secara umum di kabupaten Sabu Raijua memiliki iklim kering (semi aired), yang di tandai dengan musim kemarau yang sangat panjang (Maret - Desember) dan musim hujan yang sangat pendek (Desember - Februari). Data jumblah hari hujan di Sabu Raijua, menunjukan jumblah hari hujan terbanyak dengan 8 hari hujan sedangkan rata-rata hujan yang turun dalam 1(satu) tahun ini, sebanyak 57,33 mm. Itulah mengapa air sangat langka pada musim kemarau, bagi masyarakat setempat.

Mengingat mayoritas masyarakat kabupaten sabu raijua, yang sebagian besarnya mencari nafkah dengan bercocok tanam, dan bertani. Sehingga mengalami kesulitan dengan menanam bibit yang membutuhkan air. Salah satu contohnya adalah padi, bahkan hanya satu KSM saja yang bisa memanen padi dan yang lain tidak bisa sama sekali. Sebaliknya untuk menanam jagung, sorgun, kacang tanah dan kacang hijau bisa dan menghasilkan. Ketika mereka tidak bisa menghasilkan sandang pangan dengan bercocok tanam, mereka akan pergi ke laut untuk mencari ikan. Inilah bentuk kelangsungan dan bertahan hidup masyarakat di kabupaten sabu raijua.

Kami semua berharap dengan adanya bantuan-bantuan dari pemerintah akan daerah pelosok di tanah air, akan berdampak positif dan bisa di gunakan dengan baik. Dengan demikian kita dapat ambil kesimpulan, bahwa di era atau jaman yang semakin berkembang dan teknologi yang semakin maju. Kita perlu beradaptasi dengan perubahaan tersebut. Karena kita sebagai salah satu negara yang berkembang. Dimana masyarakat sekitar sudah paham dan mengerti sedikit demi sedikit di era digital ini. Tentunya kita tidak boleh kalah dengan negara-negara tetangga. Semoga lampiran di atas bisa sebagai informasi dan bahan referensi anda, kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekian dari kami dan terima kasih, salam TOYA.