Bondowoso Bangun Septictank Biofilter Sebanyak 109 KK

2018-12-12 08:23:12   The Inspirator

Proyek Sarana Sanitasi Septictank

LKM Cemara Bondowoso

Geliat reformasi pembangunan sanitasi di Kel. Blindungan Kec. Bondowoso semakin menunjukkan perkembangan yang progresif. Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) disinergikan dengan upaya kolaboratif, seperti terobosan pemimpin daerah, kemitraan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat.

Urgensi penyediaan akses sanitasi yang layak khususnya bagi masyarakat dirasa kian mendesak. Hal ini memicu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sanitasi sebagai hak asasi manusia. Betapa pentingnya akses sanitasi dari tinjauan kesehatan, membuktikan bahwa sanitasi tidak layak menjadi faktor penyebab penularan berbagai penyakit. Seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A, tifus, polio, dan terhambatnya pertumbuhan pada balita.

Maka dari selaras dengan hal tersebut, kata Koordinator Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Cemara Kel. Blindungan yakni ” Yony Sutarno ” melalui upaya advokasi, perencanaan strategis, dan implementasi komprehensif dan terintegrasi, Kel. Blindungan akan terus berbenah guna menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019.

” Dengan menetapkan tarcapainya akses universal 100 persen air minum, nol persen pemukiman kumuh, dan seratus persen setop bebas buang air besar sembarangan (SBS), yaitu dengan membuat jamban komonal sebanyak 109 KK. ” Tuturnya Senin (26/11).

Sedangkan untuk program Kotaku di Kel. Blindungan sendiri menurut Yoni, ada 2 kegiatan pembuatan jamban komonal 109 Kk dan pembangunan Drainase sepanjang 227 meter. ” Dengan tujuan untuk menanggulangi tingkat kekumuhan yang selama ini di Kab. Bondowoso ada 2 Kelurahan masuk dalam kategori Kumuh yaitu Kel. Blindungan dan Kota Kulon. ” Ungkapnya dan ia menginginkan kedepan wilayah Kel. Blindungan terbebas dari istilah Kumuh.

ahkan pembuatan jamban komonal yang ia nahkodai merupakan program baru setelah sebelumnya melakukan study banding di wilayah sidoarjo dengan menggunakan septictank jenis Biofilter dari CV BIMA REKSA Toyafiberglass.

” Disamping ramah lingkungan hemat tempat dan tidak menyebabkan bau juga tidak menimbulkan limbah karena dari jamban kotoran tersebut masuk ke dalam Biofil disitu terjadi proses hingga mencair seperti air jernih dan keluar ke resapan begitu seterusnya tanpa harus menggunakan mesin sedot karna selamanya jamban itu tidak akan pernah penuh. ” Ujarnya seraya menunjukkan lokasi pembuatan jamban di suko legok sidoarjo yang saat ini pelaksanaanya sudah 100 %.

Dikesempatan yang sama Ketua Rw. 01 Kel. Blindungan Mahfud nampak antusias dengan adanya program tersebut dan berharap di tahun yang akan datang pemerintah tetap bersedia mengucurkan anggaran yang sama di Kel. Blindungan ini. ” Karena dari 33 Rt. hanya 4 Rt. Yang terindikasi tidak Kumuh dan sisanya dalam kategori Kumuh jadi masih banyak warga yang butuh jamban terutama Rt yang ada di sebelah barat Rt. 20 hingga 30 yang belum tercover. ” Katanya.

Terpisah salah satu penerima manfaat yaitu Sayudi Warga Rt. 33 Rw. 01 juga berharap agar program ini berkelanjutan. ” Karena tidak sedikit warga yang juga membutuhkan jamban dengan sistem yang ramah lingkungan bahkan Kami atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah khususnya koordinator LKM Cemara yakni Yoni Sutarno sebagai ujung tombak dalam melaksanakan pembangunan Jamban dan Drainase yang tujuaanya untuk menanggulangi kekumuhan di wilayah ini, karena Kami yakin tak mudah menjadi orang nomer wahid dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan hingga sukses seperti saat ini. ” Tukasnya saat dikonfirmasi oleh Media.